Ah! Buat Apa Berpolitik?
Opini Oleh Syamsul Maarif Ada asap politik yang mengepul dalam tungku konstituen, sudah dipastikan pada saatnya nanti akan keluar dengan paksa, menjebol semua penghalang yang ada. akibatnya blar!!! meletus sebagaimana gunung Slamet di jawa tengah yang pernah siaga 1 atau sunami yang menimpa Jepang. Masyarakat tak menutup telinga untuk mendengar bunyi yang menggema, terkejut sudah hal yang biasa, sebab air diam tandanya dalam, begitulah kepercayaan mereka Sedang yang rame diumpakan burung dara, ditepuki tangan sekampung terbangnya pendek juga. sebenarnya tidak ada yang rame memperbincangkan Politik, sebab yang rame adalah media, masyarakat pada umumnya jenuh, melihat apalagi memcermati kondisi absuditas dagelan politik di negeri ini yang seakan-akan nilainya hanya semangkuk nasi. Oleh karena pada gholibnya masyarakat jenuh, jengah bicarakan politik, hingga ungkapan yang sering didengar adalah: Ah Politik Buat Apa? Umumnya masyarakat lebih mementingkan kerja yang tidak boleh...