Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Kancil pun masih Kalah Cerdas

Gambar
Oleh Syamsul Maarif Kancil dan Siput Angin Pemekaran yang berhembus semilir-semilir membuat binatang-binatang ingin tampil jadi pahlawan kesiangan. Begitu juga dengan Si Kancil. Untuk menunjukkan kepahlawanannya ia berjalan-jalan di 6 kecamatan di Brebes Selatan, sambil membusungkan dadanya dengan ia berkata, "Siapa yang tak kenal Kancil si cerdik yang tiap hari muncul di media, Setiap masalah pasti selesai olehku".  Ketika sampai di sungai (kali keruh), ia segera minum untuk menghilangkan rasa hausnya. Air yang begitu keruh membuat ia tak dapat berkaca. meski demikian Ia berkata-kata sendirian. "Buaya, Gajah, Harimau semuanya binatang bodoh, jika berhadapan denganku mereka dapat aku perdaya". Si Kancil tidak tahu kalau ia dari tadi sedang diperhatikan oleh seekor Siput yang sedang duduk di bongkahan batu yang besar. Si Siput berkata, "Hei Kancil, kau asyik sekali berbicara sendirian. Ada apa? Kamu sedang bergembira?". Kancil mencari-cari sum...

Materi Sosialisasi Pembentukan Kabupaten Bumiayu

Gambar
Oleh Syamsul Maarif, SS Landasan Berfikir Bahwa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemerintahan daerah, yang mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan, diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia;            Bahwa efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek hubungan antar susunan pemerintahan dan antar pemerintahan. daerah, potensi dan keanekaragaman daerah, peluang dan tantangan persaingan global dengan memberikan kewenangan ya...

Foto Pergerakan Pemekaran Brebes

Gambar
Pembentukan Forum Komunikasi Kades dan BPD Sapaba Sato Bumi Study Banding Ke Banjarpatroman Study Banding Ke Pangandaran Rapat Bersama Presidium di Rumah H. Faris Sosialisasi 6 Kecamatan: Salem, Bantarkawung, Paguyangan, Sirampog, Tonjong dan Bumiayu Pernyataan Dukungan Kades dan BPD Deklarasi Pemekaran Kab. Brebes

Percepatan Pemekaran Kab. Brebes

Gambar
oleh Syamsul Maarif Salem: Minggu, 09 Desember 2012  Cuaca pagi itu, lumayan cerah, kami bersepakat untuk berangkat bersama-sama ke Salem, menghadiri musyawarah Percepatan Pemekaran Kabupaten Brebes. Jalanan berliku dan berlubang, jalan halus hanya sekitar 3 KM dari Bantarkawung menuju Salem, selebihnya lazim kita bilang "Waduh!".  meski demikian kami jalan terus menginjakkan gas Mobil. sampai di Salem sekitar Jam 9 WIB, kami diminta mampir dulu ke rumah Urif Wibowo.  Setelah persiapan musyawarah sudah siap. kami diberi informasi, acara siap dimulai. kami serombongan bergegas ke lokasi, yaitu di BAlai Desa Salem. saat itu musyawarah dihadiri oleh 1, KH. Uceng, 2, Udin Asro, 3, Mardiyanto, 4. Drg Roziqin, 5. H. Faris, 6. Karim Nagib, 7. Budi Halim, 8. H, Endro, 9. Estu Susilo, 10. Darno, 11. Tolkha, 12. Zaenal Arifin, 13. Urif W, 14. Syamsul Maarif, 15. Jamil, 16. Imron, 17. Muflikhin, 18. Edi Zubaedi, 19. Salyo Dianoto, 20. Darmo Susanto, 21. Abdul Latif, 22....

Aji Sakti

Gambar
Oleh Syamsul Marif    Suatu Hari nanti, ada sebuah kerajaan bernama Negeri Daha. yang diperintah oleh seorang raja bernama Prabu Cengar dan dalam memimpin Ia dibantu oleh adik kembarnya bernama Cengir. mereka berdua kesohor dengan perilakunya yang lucu dan suka makan nasi aking. sebagian rakyatnya merana dan diam-diam negeri tetangga juga mencibirnya.  Suatu hari, mereka berdua kedatangan seorang dari Bandarsari, bernama Aji Sakti, yang muda, cerdas, rajin beribadah dan baik hati. Aji Sakti berhasil menolong seorang bapak yang sedang dipukuli dua orang patih yang dilaporkan atas tindak korupnya.  Bapak tua tersebut akhirnya diangkat sebagai Ayah oleh aji sakti itu ternyata pendatang dari Negari Daha. mendengar cerita tentang ketidaklaziman Prabu Cengar dan Cengir Aji Sakti berniat menolong rakyat negari daha yang dilanda krisis.  Dengan membawa HP dengan teknologi yang canggih Aji Sakti berangkat ke Negeri Daha. Perjalanan menuju Negeri ...