Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Fenomena Kemenangan Kotak Kosong

Oleh Syamsul Maarif, SS., M.Pd Fenomena kotak kosong pernah menang di beberapa daerah dalam pemilihan kepala daerah di Indonesia. Salah satu contoh paling dikenal adalah kemenangan kotak kosong dalam Pilkada Kota Makassar 2018. Pada Pilkada tersebut, hanya ada satu pasangan calon, yakni Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi, setelah calon lainnya, Mohammad Ramdhan Pomanto (wali kota petahana), didiskualifikasi oleh KPU. Hasilnya, kotak kosong berhasil mengalahkan pasangan calon tunggal tersebut dengan perolehan suara lebih banyak. Selain Kota Makassar, fenomena kotak kosong juga terjadi di beberapa daerah lain, seperti: 1. Kabupaten Pati (2017): Pada Pilkada Pati, Jawa Tengah, pasangan calon tunggal Haryanto-Saiful Arifin kalah oleh kotak kosong. Masyarakat setempat memilih kotak kosong sebagai bentuk protes terhadap calon tunggal yang dianggap tidak memberikan pilihan alternatif. 2. Kabupaten Tangerang (2018): Pilkada di Kabupaten Tangerang juga mencatat kemenangan kotak kosong a...

Kesadaran Masyarakat Terhadap Demokrasi

Gambar
Oleh Syamsul Maarif, SS., M.Pd Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memberikan kekuasaan tertinggi kepada rakyat, di mana keputusan diambil berdasarkan kehendak mayoritas, dengan tetap menghormati hak-hak minoritas. Indonesia, sebagai negara yang menganut sistem demokrasi sejak reformasi 1998, telah mengalami berbagai dinamika dalam implementasi demokrasi tersebut. Kesadaran masyarakat terhadap demokrasi memainkan peran penting dalam keberlanjutan dan kualitas demokrasi itu sendiri. Perkembangan Demokrasi di Indonesia Sejak masa reformasi, Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dalam sistem pemerintahan. Salah satu langkah besar adalah penghapusan rezim otoriter dan pemberlakuan pemilihan umum langsung untuk memilih presiden, kepala daerah, serta anggota legislatif. Demokrasi di Indonesia terus berkembang dengan semakin terlibatnya masyarakat dalam proses pemilihan dan pengambilan keputusan politik. Namun, perkembangan ini tidak sepenuhnya linear. Meski kebebasan berekspre...

Kumpulan Cerita Ringan

Gambar
 

Mula Demokrasi Terpimpin

Gambar
  Oleh Syamsul Maarif "Ah utopis! Apalah gunanya gagasan (ide) kalau tidak ada prakteknya, itu sama halnya hidup di alam imaginer." Itulah picu terhadap orang-orang yang mempunyai gagasan, ide, cita-cita, maka mereka yang memilikinya tentu tidak hanya mendiamkan gagasannya hanya hidup di alam imaginer, mimpi atau angan-angan belaka. Soekarno, sang proklamator, Presiden pertama Indonesia, mempunyai gagasan besar yang ingin diwujudkan dalam memimpin Bangsa Indonesia, yaitu dengan menyatukan keberagaman dalam bingkai kolaborasi Nasionalis, Agamis dan Komunis bersatu yang kita kenal dengan istilah Nasakom. Akan tetapi gagasan ini menuai penolakan dari partai partai islam Masyumi, NU dan PSII) yang tidak ingin PKI turut sertamenyusun kabinet saat itu. Sehingga Gagal usaha untuk kembali ke UUD 1945 melalui Dewan Konstituante dan rentetan peristiwa politik selama masa demokrasi liberal mencapai klimaksnya pada bulan Juni 1959 dan mendorong Presiden Soekarno untuk mengumumkan Dekrit ...

Bantuan Memiskinkan?

Gambar
Oleh Syamsul Maarif Sekian tahun kebelakang hingga sekarang ini, Petani yang punya sawah sudah lama kesulitan mencari tenaga kerja yang mau bekerja di sawah. Puncak kesulitan mencari tenaga kerja sejak adanya bantuan langsung tunai (BLT). Sawah yang berada dipinggiran jalan kemudian banyak yang dijual, dikavling-kavling, dibangun rumah. Sawah yang jauh dari jalan tidak tergarap karena 1) kesulitan mencari tenaga kerjanya, 2) kesulitan mendapatkan air. 3) kesulitan mendapatkan pupuk, kalaupun ada harganya mahal. KIta simak bersama-sama, khususnya di daerah yang terkenal penghasil Beras wangi, yaitu Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes. Nama Sirampog sendiri konon diambil dari kata Siram, dan Pog. Siram artinya "mengguyur" dan Pog artinya "menyeluruh dari hulu hingga hilir". Hal ini dikarenakan di setiap desa yg berada di wilayah kecamatan Sirampog mempunyai mata air. Akan tetapi sekarang mata airnya sudah banyak yang sudah mati, kalaupun masih ada, debet airnya kecil,...

Lahirnya Neo Orde Baru

Gambar
Oleh Syamsul Maarif Orde Baru merupakan sebuah periode pemerintahan di Indonesia yang ditandai oleh kepemimpinan Soeharto. Sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Lama kepemimpinan Soeharto berkisar 32 Tahun dari Tahun 1966 hingga akhirnya lengser ke prabon pada tahun 1998. Ada yang penting untuk kita ingat, bahwa peralihan antar orde itu ada dialektikanya dimana orde baru lahir setalah berproses melawan orde lama di bawah kepemimpinan Soekarno yang di nilai diktator dan hendak melanggengkan kekuasaan seumur hidup. Berbagai peristiwa penting terjadi di masa kepemimpinan Soekarno, dari yang terkenal dengan diplomasinya yang mengguncang dunia, gagasan-gagasannya yang mengglobal, tentu Soekarno membutuhkan bukti kuat untuk merealisasikan gagasannya agar tidak sekedar disebut kata tanpa fakta. Maka upaya Soekarno mewujudkan menggabungka...