Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2023

Hilirisasi Nikel atau (P)

Gambar
Oleh Syamsul Maarif, M.Pd Dewasa ini sedang santer wacana Hilirisasi Nikel, dimana Pemerintah mengupayakan agar Nikel tidak dieksport dalam bentuk bahan baku, melainkan kalaupun diekspor sudah dalam bentuk barang jadi, siap pakai.  Hilirisasi dalam istilah ekonomi mempunyai arti proses atau strategi suatu negara untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dimiliki.  Dengan hilirisasi, komoditas yang tadinya di ekspor dalam bentuk mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau jadi. Dengan demikian, maka nilai ekspor negara tersebut menjadi lebih besar. Hilirisasi nikel adalah proses pengolahan nikel mentah atau biji nikel menjadi produk akhir yang memiliki nilai tambah tinggi dan dapat diperjualbelikan sehingga bernilai ekonomi. Menurut Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M.Sc., nikel adalah unsur logam yang terbentuk alami dan memiliki ciri mengilap serta berwarna putih keperak-perakan. Karena termasuk dalam jenis logam, nikel ini merupakan konduktor atau ...

Sekedar Pengantar Politik

Gambar
 Oleh Syamsul Maarif Aristoteles menyebut manusia sebagai makluk sosial dengan istilah "Zone Politicon" yang tak lain memiliki pengertian bahwa manusia merupakan makhluk sosial, makhluk yang selalu berhubungan dengan manusia lainnya bahkan ingin menguasai manusia yang lain atau paling tidak menguasai dirinya sendiri. Salah satu kebutuhan 'binal' manusia dalam bersosial adalah berkuasa. Menurut Ashar Sunyoto Munandar (2004), kebutuhan untuk berkuasa (need for power = n Pow) adalah keinginan yang kuat untuk mengendalikan orang lain, untuk mempengaruhi orang lain, dan untuk memiliki dampak terhadap orang lain. Untuk menguasai manusia maka semestinya kita pahami bahwa manusia terdiri dari Jiwa dan Raga. Oleh karena itu ada dua pendekatan untuk menguasai manusia, yaitu; 1) represif dan 2) hegemonik. Pendekatan represif biasanya melalui kekerasan, dipukuli, diborgol, dipenjarakan, bahkan dibunuh. Dulu pada zaman orde baru kita mengenal represif state aparatus, dimana merek...

Sedekah Politik Untuk Negeri

Gambar
Oleh Syamsul Maarif, SS., M.Pd Suatu hari saya ditanya, siapa diantara ke 3 bakal calon presiden ini yang paling kompeten memimpin Indonesia. Untuk menjawab pertanyaan ini, yang harus dipahami dulu, pertama adalah, bagaimana kondisi Indonesia sekarang dan ke depan harapannya seperti apa?  Kedua kompetensi dan kriteria pemimpin yang seperti apa yang sesuai dengan kondisi Indonesia sekarang dan ke depan. Memahami kondisi Indonesia hari ini, Korupsi merupakan problem prinsip   yang berdampak pada masalah lain yaitu ketidakadilan, ketimpangan sosial, kemiskinan, buruknya pelayanan publik, dan masalah sosial lainnya. Masalah ekonomi dan kesejahteraan sosial masih menjadi isu utama di Indonesia hingga saat ini. Permasalahan ekonomi itu mencakup:  Perbaikan kuantitas dan kualitas pertumbuhan ekonomi,  Pertumbuhan ekonomi dan impor,  Daya beli stagnan,  Rendahnya daya saing,  Ketidaksiapan dalam menghadapi Revolusi Industi 4.0,  Inkonsistensi kebijaka...