KETIKA PALU TAK LAGI BERDENTUM 5

 Bab 5: Api yang Mulai Menyala

Malam itu, Maya pulang lebih larut dari biasanya. Setelah pertemuannya dengan Ari di kedai kopi, pikirannya terus dipenuhi strategi dan rencana. Ia membuka laptopnya, membaca ulang berkas-berkas kasus Bu Sumi, lalu beralih ke file yang baru saja Ari kirimkan.

Dokumen itu berisi laporan investigasi mendalam tentang Surya Wijaya. Semua bukti yang Ari kumpulkan menunjukkan bahwa pria itu bukan hanya sekadar pengusaha properti, tetapi juga otak di balik banyak penggusuran paksa yang dilakukan dengan cara-cara licik—pemalsuan sertifikat tanah, manipulasi peradilan, bahkan menggunakan aparat untuk mengintimidasi warga.

Maya mendesah panjang.

Semakin ia menyelidiki kasus ini, semakin ia merasa berada di jalur yang benar. Namun, ia juga sadar, jalur ini penuh duri dan jebakan.

Pikirannya melayang pada Ari. Pria itu memiliki keberanian yang sama dengannya, tetapi dengan cara yang lebih taktis. Jika Maya adalah seseorang yang langsung menyerang ke inti masalah, Ari lebih seperti bayangan yang bergerak di balik layar, mengumpulkan informasi dan membocorkannya pada publik.

Dan entah bagaimana, ia mulai merasa nyaman berbagi perjuangan ini dengannya.

---

Di tempat lain

Ari menatap layar komputer di apartemennya. Ia baru saja mengunggah artikel terbaru tentang permainan kotor Surya Wijaya, menghubungkan kasus Bu Sumi dengan beberapa kasus serupa yang terjadi di kota lain.

Tiba-tiba, notifikasi muncul di layar: Pesan masuk dari Maya.

> Sudah baca berkas yang kau kirimkan. Aku ingin tahu lebih banyak. Bisa kita bertemu besok?

Ari tersenyum kecil.

> Tentu. Besok sore di tempat biasa.

Ia meletakkan ponselnya dan menatap keluar jendela. Hujan masih turun, seperti malam sebelumnya. Tapi kali ini, ada sesuatu yang berbeda di hatinya.

Ia mulai menyadari bahwa Maya bukan sekadar rekan perjuangan. Ada sesuatu yang lain—sesuatu yang selama ini ia hindari, tetapi perlahan mulai tumbuh tanpa bisa ia cegah.

---

Sore di Taman Kota

Maya tiba lebih dulu. Ia duduk di bangku taman, menunggu Ari dengan secangkir kopi di tangan. Tempat ini adalah lokasi pertemuan mereka sejak awal menyelidiki kasus ini. Di sini, mereka bisa berbicara dengan bebas tanpa khawatir disadap atau diawasi.

Beberapa menit kemudian, Ari datang. Ia mengenakan jaket hitam dan membawa map berisi dokumen tambahan.

"Aku punya sesuatu untukmu," katanya sambil menyerahkan map itu.

Maya membuka isinya. Ada beberapa laporan keuangan yang menunjukkan aliran dana dari PT Surya Graha ke beberapa pejabat penting.

"Ini bukti suap?" Maya bertanya dengan nada tertahan.

Ari mengangguk. "Dan jika kita bisa memverifikasi ini, kita punya peluang besar untuk menyeret mereka ke pengadilan."

Maya menatap dokumen itu lama. "Kau tahu ini berbahaya, kan?"

Ari tersenyum miring. "Sejak kapan kita takut bahaya?"

Maya menghela napas, lalu menutup map itu perlahan. "Terima kasih, Ari."

Ari menatapnya lekat. "Untuk apa?"

"Untuk tetap di sini. Untuk tidak pergi ketika banyak orang memilih mundur."

Hening sejenak. Maya bisa merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Ada sesuatu dalam tatapan Ari yang membuatnya gugup—sesuatu yang berbeda dari biasanya.

"Aku tidak bisa pergi," kata Ari akhirnya, suaranya lebih pelan. "Aku tidak bisa meninggalkan ini. Dan aku tidak bisa meninggalkanmu."

Maya merasa napasnya tertahan sejenak. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

Ari menggeser duduknya sedikit lebih dekat. "Maya…"

Tapi sebelum kata-kata lain keluar, ponsel Maya bergetar. Sebuah nomor tak dikenal.

Ia segera mengangkatnya.

"Halo?"

Suara di seberang terdengar panik. "Bu Sumi hilang! Dia diculik!"

Maya langsung berdiri. "Apa?"

Ari juga ikut berdiri, wajahnya berubah serius.

Maya menutup teleponnya dengan tangan gemetar. "Ini lebih buruk dari yang kita duga."

Ari menatapnya dalam. "Maka kita harus bertindak lebih cepat."

Maya mengangguk. Perasaan yang sempat tumbuh di antara mereka harus disisihkan untuk sementara waktu.

Ada sesuatu yang lebih besar yang harus mereka selamatkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

📢 PENAWARAN KHUSUS UNTUK SEKOLAH! 📚